Dilema Perbajakan Pop Culture di Indonesia

Dilema Perbajakan Pop Culture Di Indonesia




            Saat ditanya, kamu udah nonton film ini belum? nonton serial ini belum? main game ini belum? eh musik ini bagus lho ya, oh iya manga/manhwa/manhua/comicbook bab ini keren banget lho! kalian udah baca gak?. kalian pun menjawab kalau kalian sudah menonton, memainkan atau mendengarkannya, tapi, kalian membajak semua produk Pop Culture tersebut!

Saya percaya sesuatu yang ditanam saat kecil akan sulit untuk dicabut dimasa mendatang, karena akan terpatri ke dalam dada. begitu juga dengan sebuah faham atau ideologi. kalau saya ibarat adalah seorang anak yang akan dibubuhi faham kalau 

"Selagi ada yang gratis, kenapa tidak?"
suatu saat saya pasti akan mencari hal yang selalu gratis dan bahkan mencari cara untuk mengratiskan hal-hal yang seharusnya bersifat berbayar. 

yup, begitu deh yang terjadi di Indonesia. mental mayoritas orang Indonesia sudah dirusak dengan faham tersebut dan bakal mendarah daging buat kalian. sebelum itu, saya akan kasih insight apasih itu Pop Culture, supaya kita bisa ngeh! dalam pembahasan berikut.

Mengutip dari situs thoughtco.com bahwasanya Pop Culture ialah sebuah produk budaya yakni, music, seni, sastra, fashion, tarian, film, kebudayaan cyber, televisi, radio dan apapun yang dikonsumsi oleh khalayak publik berskala besar. 

Nah, lantas kalau kalian, aku tanya nih, (jawab dalam hati) seberapa banyak sih kalian sudah membajak sebuah produk tersebut? ga usah jauh jauh, gini deh, kalian punya laptop, Windows kalian yakin genuine? kalian beli sendiri lisensinya? atau minta instalkan teman? Internet Download Manager, Winzip, Winrar, CorelDraw dan bahkan kebudayaan cyber lainnya yang kalian konsumsi, yakin kalian bayar? atau cuma ngebajak?

Gitu juga dengan film, mau film apapun yang saya tanya, pasti ada salah satu jawaban dari kalian yang nonton dari laptop atau streaming dari layarkaca, indoxxi.

Coba kalau music? download di website mana lagi?

duh baca manga harus tiap minggu kali ya, One Piece, dan segala macam judul harus diakses juga lewat bacamanga, pecintakomik atau situs mirip lainnya.



Nah secara garis besar, hidup kalian udah dipengaruhi total oleh pembajakan secara masif. 
"yang penting kan aku senang? toh yang lain juga gak, begitu, bukan aku aja"
 
Yes, I do understand, but it doesn't work that way, my dear. sekarang gini deh, kalau memang Ibarat Indonesia itu negara yang mayoritasnya islam dan mengingat kalau pembajakan itu sama halnya dengan sebuah pencurian, berapa kali tangan kalian sudah dipotong karena mencuri? 
"duh, santai aja kenapa,"
No, I am not playing around, it is serious crime, whether you believe it or not. kalian mungkin senang, tapi disisi lain kalian bener bener ngerugikan orang lain.

Dikutip dari situs: https://soranews24.com/2020/03/04/manga-artist-on-scanlations-i-am-not-in-a-financial-position-to-offer-my-work-free-of-charge/amp/

 “To My English-Speaking Audience:

I recently confirmed with my publishers that all English translations of my work on the internet are NOT officially but illegally translated uploads.

Please do NOT pay to read them!

I spend so much time and effort to create each work. I am not in a financial position to offer my work free-of-charge, and the money that is spent on illegal copies DOES NOT benefit me. It is a serious problem for me as a professional artist.

As it is right now, though it is my hope to see my work officially translated in the future, the publishers do not have any plans to release an English version and I cannot comment on that.

This message was translated at my behest. I do not speak English, and I cannot reply if you send me a message.

Thank you very much for your attention to this matter.”

Secara garis besar, hasil dari terjemahan berikut ialah bahwa, dia sangat merasa dirugikan dikarenakan waktu dan usaha yang sudah dituangkan disetiap pekerjaannya. dia merasa pembajakan tersebut TIDAK menguntungkannya. 

Mari kita beri contoh lain, yakni situs MangaRock. Situs manga rock ialah salah satu penyedia Manga/Manhua ataupun Manhwa terbesar di internet, tetapi MangaRock adalah situs pembajak, yakni dimana para Scanlation akan mengunggah hasil bajakan komik mereka ke situs tersebut. Bahkan pendiri dari MangaRock sendiri menyadari bahwa hal ini akan berakibat fatal nantinya apabila dilanjutkan secara terus menerus. Alhasil, pendiri MangaRock menutup situs mereka dan memulai sebuah situs yang benar-benar legal untuk mendukung para author komik. pada akhirnya INKR Comics pun tercipta.

Kalian bisa membayangkan dia sampai memohon karyanya untuk tidak disebarluaskan secara ilegal. 

tahukah kalian bahwa situs yang melakukan pembajakan seperti contoh, film, manga etc dan lagu bisa mendapatkan lebih dari sepuluh juta? bagaimana tidak? karena sebagian besar pembajakan dilakukan banyak dari Indonesia yang memasuki penduduk terbanyak dari sepuluh daftar populasi terbesar didunia. 

Kita sangat berpengaruh didunia digital dikarenakan perilaku konsumtif terhadap pop culture. dampak besar pembajakan digital yang terjadi di Indonesia adalah, saat dimana kita ingin membuat lapangan pekerjaan berbasis pop-culture, dan orang-orang kita sendiri yang akan membuat kita tidak berkembang.

Sangat disayangkan oleh perihal ini dikarenakan, masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi dan menjadikan pembajakan ialah hal yang lumrah dan membanggakan. untuk kalian yang membaca ini. untuk kedepannya, saya harap kita dapat mengubah perspektif ini, dimulai dari diri kita. 


Posting Komentar

0 Komentar