Wednesday, 27 September 2017

Setelah itu kami terdiam tersedu, kami tak bisa berkata apa-apa dan pada akhirnya kami cuma membahas stressing tanpa adanya solusi, kami yang belum mengetahui apa-apa dan harus menghadapi hal seperti ini. kami memutuskan untuk melanjutkan pembahasannya nanti dikarenakan raga sudah lelah pada saat itu.

Esok harinya kami melakukan rapat PU untuk membahas konsep posko maba dan adapun hasilnya kami dibentak hanya karena kami melakukan kesalahan kecil, dimarahi selama rapat membuat kami mulai merasa marah tapi hanya dalam diam. Dilanjutkan dengan rapat besar, alumni dan senior pun memarahi kami dan membentak kami dengan alasan alasan yang tidak penting. Selama kami rapat PU ataupun rapat besar, kami selalu bagaikan masuk ke kandang singa, kami merasa rapat besar ialah hal yang menakutkan, hal-hal itupun yang membuat kami patuh apapun yang dikatakan senior walaupun itu hanya sekedar saran, dikarenakan pikiran kami yang mulai blank disebabkan selalu dibentak, dimarahi, dan dicaci maki.

Posko registrasi maba (mahasiswa baru) dibuka pada minggu kedua Agustus dan saya beserta kawan-kawan membuka dua posko di GK (Gunung Kelua) dan di Kampus Pahlawan, ya khusus untuk FKIP, Universitas Mulawarman mempunyai tiga Kampus yang berbeda lokasinya dan salah pusatnya ialah GK untuk Jurusan MIPA, Pahlawan untuk Jurusan Bahasa dan Seni & terakhir Banggeris untuk Jurusan Sosial. Tiba harinya kami pun membuka posko maba dan membantu para teman-teman yang sedang kebingungan, kami melihat para mahasiswa baru berkeliaran di kampus GK, bermacam ragam program studi mendatangi posko mereka masing-masing dan kamipun banyak membantu para mahasiswa baru. Kami membantu proses registrasi mereka dan pengisian borang, berbagai adik-adik baru dari yang besar hingga yang masih kecil bertanya-tanya, tak lupa kami mendekatkan diri dengan mahasiswa baru dan mengajak mereka untuk mendaftar PRA2K, kami mencari data-data berapa banyak mahasiswa jurusan pendidikan bahasa & seni dan saat kami mendapatkan ada sekitar dua ratus lima puluh mahasiswa yang perlu kami ajak untuk mengikuti PRA2K. Lalu, beberapa hari setelah posko dibuka kami mendapati salah satu mahasiswa yang ternyata salah satu kakinya diamputasi akibat kecelakaan sehingga kami tidak mewajibkan dia untuk ikut serta, kami bisa membebani apabila ada hal-hal yang diluar kendali. kami hampir melakukan pencarian informasi seiring berjalannya waktu dan tidak terasa kami hampir seminggu menjalankan aktivitas posko bantuan maba.

Setelah posko ditutup kami pun kembali ke kampus pahlawan untuk bersiap-siap melakukan gerakan bawah tanah pada malam hari dikarenakan kami masih tidak ingin berdiam diri saja dengan adanya tradisi seperti itu. Akan tetapi saat sore itu, saya ditelpon oleh nomor tidak dikenal dan ternyata itu adalah salah satu orang tua mahasiswa baru yang menanyakan kegiatan PRA2K, awalnya dia bertanya baik-baik saja sampai akhirnya dia mulai membentak tentang permasalahan izin menginap atau tidak, saya yang sudah mengkonfirmasi bahwa kami sudah mendapatkan izin menginap kepada orang tua itu malah direspon dengan cara yang tidak santun, dengan membentak-bentak dia berkata bahwa dia tahu apabila ada sebuah ospek yang melewati sampai tengah malam, berarti akan ada sebuah kegiatan terlarang yang tidak tertulis di rundown acara.

Saat itu saya tidak berkata apa-apa dan saya diserang terus menerus sehingga saya harus memberikan telpon itu kepada ketua panitia saya. Saya pun meninggalkan dia dan saya duduk ke taman di depan kampus untuk berpikir sejenak. Sesaat setelah teman saya kembali kami pun bertanya-tanya tentang orang tua itu dan dia bilang dia bisa meyakinkan orang tuanya untuk ikut berpartisipasi pada hari itu apabila tidak percaya. Kamipun hanya bisa mengangguk dengan apa yang dia ceritakan.

Sesaat setelah itu teman perempuan saya memulai pembahasan gerakan bawah tanah kami dan mulai mendengarkan dengan seksama, dia sudah mendapatkan informasi terkait tentang bagaimana Tradisi itu berjalan dan dia mengingat sebuah peristiwa penting saat dimana mereka menjadi peserta.

Dia juga memberi kami informasi bahwa pada saat itu senior & alumni akan berada dibawah setengah sadar, saya baru menyadari hal itu berhubungan dengan PU yang sudah menceritakan dimana akan ada pesta minuman keras, dan akhirnya saya menyadari bahwa semuanya terhubung. Begini kesimpulannya, alumni dan senior akan melakukan stressing kepada panitia dan kepada peserta sesaat setelah mereka melakukan pesta minuman keras mereka akan melakukan stressing kepada mahasiswa baru beserta kami.

Setelah itu Mia juga menceritakan bahwa saat mereka menjadi peserta, dia ingat bahwa ada salah satu peserta perempuan yang tidak terima dengan perlakuan stressing pada malam itu, dan dia mencari dimana panitia malam itu karena dia tidak dapat melihat salah satu panitia yang melakukan stressing itu. tentu pikirku, sejak aku tahu bahwa panitia juga akan distressing, tentunya mereka sedang distressing pada malam itu. tetapi hal yang membuatku tercengang ialah, wanita yang bernama Lestari itu digiring oleh para senior keluar dan para peserta yang lain tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. sesaat setelah Lestari kembali dia hanya mengatakan satu hal ketika teman-temannya menanyakan apa yang terjadi di kegelapan malam itu, dia hanya berkata bahwa dia akan melapor polisi. seketika aku merinding mendengarnya. apa yang terjadi sehingga sampai membuat Lestari ingin melaporkan malam itu ke polisi? pada akhirnya hanya dia, para malaikan dan Tuhan saja yang tahu kejadian pada malam itu.

Thursday, 3 August 2017

Untuk kalian yang pernah ikut dalam organisasi, bagaimana kalian merasakannya? apakah mendapatkan ilmu kehidupan? ya tentu, kita saling mencuri ilmu dalam dunia organisasi entah itu ilmu, kesekretariatan, advokasi, berpikir kritis, cerdas atauapun sebagainya. ya mengikuti organisasi sangat menyenangkan, mendapatkan ilmu dan teman, saudara baru yang mempunyai visi misi dan sama.

Bukankah itu membuat kita betah? ya menurut saya juga begitu, saya akan memaparkan tentang organisasi saya, setidaknya dulu. nama organisasi saya adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas Mulawarman (Samarinda) atau disingkat HMJ BASE (dulu) Sekarang berubah menjadi (HMJ PBS).

Tahun 2014 tepatnya, saya baru masuk ke perguruan tinggi negeri Universitas Mulawarman di FKIP program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Hidup saya hampa pada saat baru masuk ke dalam jenjang atau masa transisi dari siswa ke mahasiswa karena banyaknya diskriminasi yang saya lalui saat berada di SMA.

Saya ingin mengubah hidup saya sepenuhnya dan saat itu yang saya pikirkan ialah bergabung dengan organisasi, tapi organisasi apa? saat itu banyak yang berada dalam pikiran saya adapun yakni; BEM KM (BEM Universitas), BEM FKIP, ESA (English Students Association), UKM dan sebagainya. Tetapi ada satu yang sangat menarik perhatian saya yaitu HMJ BASE, kenapa? karena pada saat masa saya menjadi mahasiswa baru, saya melewati satu proses yang wajib diikuti oleh saya pada saat itu seperti contoh, PAMB (Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru) yang dulu namanya itu OSPEK tetapi diganti, PENDIDIK (Acara perkenalan/penyambutan khusus mahasiswa FKIP lalu, ada satu acara yang saya lewati dan namanya ialah PRA2K (Praktika Prakuliah dan Kaderisasi).

PAMB (Universitas) > PENDIDIK (Fakultas) > PRA2K (Jurusan) > IONES (Program Studi)

Ya, PRA2K adalah acara penyambutan khusus mahasiswa jurusan, Jurusan disini maksudnya ialah satu tingkat diatas program studi, jadi kita harus bisa membedakan pertanyaan antara apa jurusan kamu dan apa program studi kamu. Untuk jurusan saya yaitu Pendidikan Bahasa dan Seni karena saya program studi bahasa Inggris, di Universitas Mulawarman hanya terdapat 2 Program studi yang meliputi cakupan Bahasa dan salah satu yang lain ialah pendidikan Bahasa Indonesia dan tak ada lagi program studi yang meliputi Seni, karena itu di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni hanya menaungi 2 program studi. jadi, untuk acara PRA2K hanya menyambut Pendidikan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Acara PRA2K-lah yang saya tidak ikuti karena pada dasarnya saat tahun 2014 saya sudah mendengar rumor-rumor aneh dari pihak-pihak yang entah saya lupa, tapi bukan itu yang saya permasalahkan, pada saat itu kesehatan saya kurang baik dan acara PRA2K diwajibkan menginap 3 Hari, itu adalah kenapa alasan saya tidak mendaftar, ya walaupun pada saat itu saya bertemu dengan salah satu kakak yang menjaga posko di kampus pahlawan untuk pengambilan almamater dan menanyakan apakah saya sudah mengikuti PRA2K atau belum dan saya menjawab belum, saya diberi formulir tetapi tidak saya isi karena saya takut saya kesehatan saya bisa menurun pasca acara. alhasil saya melewati acara PRA2K dan setelah acara itu saya melewatkan banyak hal, seperti teman baru, Password, Salam PRA2K dan lainnya. dalam satu minggu, teman-teman yang mengikuti acara PRA2K selalu membicarakan itu dan saya bisa melihat betapa bahagianya wajah mereka, mungkin karena asik sekali dan saat itu ada penyesalan yang tidak terbantah dalam benak saya yaitu kenapa saya tidak mengikuti acara itu. lalu saya mengikuti acara IONES (Introduction of Organization for New English Students) yakni acara khusus program studi Bahasa Inggris.

Setelah semua acara penyambutan selesai dimulailah dunia perkuliahan. pada saat itu teman-teman sekelas saya mulai sering berkumpul di depan sekretariat HMJ untuk berbincang-bincang, karena itu secara tidak sadar saya mengikuti mereka dengan ikut berkumpul. Saya merasa tersisihkan awalnya dikarenakan saya tidak tahu apa yang sedang mereka bahas mengenai PRA2K yang sudah 2 minggu lewat, tetapi mereka masih merasakan euphoria sesaat setelah mereka membahas PRA2K, salah satu kakak tingkat saya mengajak kami untuk makan-makan di rumahnya, saya beserta teman-teman saya ikut walaupun saya merasa masih menjadi outsider dikalangan mereka, akan tetapi saya tetap merasa percaya diri untuk ikut bersama-sama mereka.

Satu-satunya hal yang saya sadari ialah dimana mereka sangat menyambut kedatangan para calon-calon kader mereka dan saya adalah salah satu diantara calon-calon tersebut. hati saya mengatakan pada saat itu kalau saya harus mengikuti organisasi itu dan saya pun mengisi pendaftaran untuk masuk kedalam organisasi itu.

Setelah itu saya memutuskan untuk ikut bergabung menjadi bagian HMJ BASE dan saya mendapatkan banyak pengalaman baru serta teman-teman baru. saya pun merasakan kepanitiaan pertama saya di Gebyar Bahasa 2015 dan selanjutnya diikuti oleh Musyawarah Mahasiswa.

Alhasil setelah itu ketua HMJ yang baru diangkat dan saat itu pemilihan ketua kepanitiaan PRA2K 2015, tidak terasa, satu tahun berlalu dan saya menjadi salah satu panitia di acara yang belum pernah saya ikuti, dan yang paling mengejutkannya ialah, saya adalah koordinator acara PRA2K 2015! disitulah kemampuan berpikir kritis saya diasah hingga kebatas dimana saya menjadi seperti sekarang.

Teman-teman saya menjadi keluarga kecil saya di PRA2K, kami memulai rapat PRA2K kami dibimbing oleh PU (Pembantu Umu) untuk memberikan hal-hal yang dianggap penting. kami diberi wawasan bahwa PRA2K pertama kali dilakukan pada tahun 1997 Hingga pada saat tahun 2015 pada saat itu. 18 tahun sudah berjalannya PRA2K dan kami akan menjadi salah satu panitia yang mengukir nama kami di SK nantinya.

Di HMJ rapat kepanitiaan terbagi menjadi 3 bagian, Rapat Internal (rapat yang dilakukan oleh sesama panitia) rapat PU (rapat yang dilakukan oleh PU  & Panitia) lalu rapat besar yakni (Panitia, PU dan Senior beserta Alumni).

Setelah kepanitiaan berjalan selama dua minggu, teman saya pun mulai membahas tentang sebuah kegiatan malam dimana seluruh mahasiswa baru akan melakukan kegiatan yang dinamakan Stressing, ya, inilah cikal bakal dimana saya mengetahui sisi gelap dalam sebuah organisasi, saya tidak tahu nama kegiatan ini disebut apa, Plonco? Penggojlokan? Saya pun mulai merasa bingung, hingga saya mulai menanyakan apa itu stressing. Teman saya menceritakan Stressing itu adalah kegiatan dimana seluruh mahasiswa baru yang mengikuti acara PRA2K pada hari itu akan disuruh melakukan apapun yang diperintah senior, Push-Up, gulung-gulung dilantai dan sebagainya.

Hal ini membuat saya tercengang beberapa detik, saya melanjutkan pertanyaan saya tentang apa saja yang terjadi pada hari itu, dan yang membuat saya tercengang ialah itu akan dilakukan pada malam hari, tepat dimana setelah kegiatan malam keakraban.

Saya tipe seseorang yang tidak akan langsung percaya dengan apa yang saya dengar, karena dari itu saya menanyakan hal itu kepada PU saya, awalnya saya menanyakan tentang PRA2K secara umum dan apa saja yang akan terjadi pada 3 hari 2 malamm itu, PU saya pun dengan menggebu-gebu menceritakan tentang hal-hal yang akan terjadi pada malam nanti, tentang bagaimana para senior dan alumni datang untuk reuni dan akan ada sedikit melakukan pesta minuman keras dan bagaimana asiknya pada malam itu, saya pun dengan seksama mencari informasi selagi menyimak hingga pada waktu yang tepat saya menanyakan tentang hal yang terjadi dan lantas jawaban yang diberikan PU saya sangat tidak memuaskan saya masih ingat jawaban dia hanya seperti “Urus saja acaramu dulu”. Sontak saya kaget dan terheran-heran, pertama kalinya saya diberikan jawaban yang tidak membantu sama sekali, tetapi saya tidak putus asa, saya langsung menanyakan PU Acara saya dan menanyakan hal yang sama, untungnya PU acara saya menjawab dan menjelaskan hal itu secara detail.

Walaupun pada saat itu PU acara saya menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi dan manfaat sebuah kegiatan itu sendiri saya tetap tidak setuju dan saya bertanya apakah itu bisa dihapus atau tidak, PU acara saya pun menjawab tidak bisa karena itu adalah sebuah tradisi.

Saya makin menyadari ada hal yang tidak beres di dalam kegiatan ini, semua hal-hal itu saya hubungkan mulai dari stressing & tradisi, kenapa itu bisa terjadi? disitu saya memutuskan saya tidak bisa percaya lagi dengan PU saya dan saya memutuskan mencari informasi lebih lanjut ke teman-teman saya.

Teman-teman saya pun mencari tahu informasi secara diam-diam dikarenakan kami menyadari kalau kami sudah memboikot acara PRA2K. Salah satu teman saya mendapatkan informasi dari salah satu orang yang kami ajak untuk bergabung kedalam kepanitiaan tetapi menolak sebut saja namanya Po, saat teman saya menanyakan kenapa, Po menjawab bahwa dia tidak mau kena stressing, tetapi teman saya menjawab bahwa yang akan distressing ialah peserta bukan panitia, Po pun menjawab bahwa panitia juga akan kena stressing dan dia sudah positif bahwa hal itu akan terjadi. teman saya sontak ketakutan saat mendengar hal itu. Po pun menjelaskan dengan rinci bahwa yang akan melakukan itu bukan BPI (Badan Pengurus Inti) akan tetapi senior & alumni yang melakukan kegiatan itu pada jurig malam.

Saya dan teman-teman saya yang melakukan rapat diam-diam pada malam itu tidak dapat berkata-kata dan pada akhirnya kami menyadari bahwa Panitia dan Peserta akan diberi stressing, lantas bagaimana kami akan melawannya? kami yang hanya sekedar beberapa mahasiswa yang baru berada satu tahun di kampus melawan para alumni dan senior yang sudah sangat berpengalaman dalam hal ini. bagaimana kami akan menghancurkan tadisi yang sudah berjalan hingga delapan belas tahun?


Thursday, 27 August 2015


Halo, Saya mahasiswa di Universitas Mulawarman dan beberapa waktu lalu saya disuruh menghafal lagu Hymne Mulawarman(dulu hapal tapi habis itu kagak) jadi saya sempat cari lirik2 nya di Internet dan ternyata lirik2 di internet itu SESAT jadi sejak saat itu saya jerah dan meminta liriknya langsung dari teman saya dan bersyukurlah saya mempostingnya disini, liriknya 100 persen BENAR


Mulawarman dan bumi ini
Mulawarman dan diri kami
Satu dalam s’mangat dan cita
yang nyala bagai matahari

yang takkan kami biarkan padam

tak kami perkenankan padam

Dengan tekad dan keringatku
Akan ku curahkan bakti
padamu rakyat dan bangsaku
Tumpuan ilmu dan citaku
Mahakam akan menjadi saksi
Tak kami biarkan berhenti

Mulawarman-ku
almamaterku tercinta
tumpuan harapan bangsaku
lestari alam ku abadi



tags: lirik lagu hymne mulawarman yang benar

Friday, 5 June 2015


Pernahkah kalian mendengar tentang permainan The One last man standing??
Yup bagi yang pernah mendengar permainan ini sangat mengasyikkan, permainan ini bisa dimainkan hampir 50 orang lebih++.
kebetulan saya mendapatkan untuk memainkan permainan ini saat saya masih SMA kelas 2 dulu di Derawan Island dalam rangka Jambore PIK-R/M Se Kalimantan Timur. nah BKKBN, PIK dan BNN mengadakan aktivitas ini setiap tahunnya dan begitulah
IMG-20121013-00260

Tapi bagi yang belum pernah mendengar permainan One last man standing saya bakal menjelasinnya disini.

1. Partisipan membuat lingkaran dan memegang tangan lawan masing-masing disebelah kalian.

2. Kemudian permainan akan dijelaskan oleh moderator, permainan ini adalah permainan menurunkan mental lawan dengan permainan matematika, partisipan yang ditunjuk harus meneriakkan angka 1 kemudian partisipan selanjutnya meneriakkan angka 2, kemudian partisipan selanjutnya meneriakkan “WUS!” Sebuah kata-kata ajaib yang menurunkan mental lawan! maksud permainan One last man standing disini adalah sebuah permainan fokus dimana permainan ini meneriakkan angka perkalian 3, misalnya si partisipan 1 meneriakkan 1 angka lalu partisipan 2 meneriakkan angka 2 nah di partisipan 3 harus meneriakkan WUS bukan angka 3, begitu juga partisipan ke 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24 dan seterusnya. Mereka semua harus meneriakkan angka WUS! Bukan angka.

3. partisipan yang harusnya meneriakkan WUS tetapi dia mengatakan angka, berarti dia keluar dari permainan, begitu juga sebaliknya, partisipan yang meneriakkan WUS tetapi dia tidak dia juga keluar dari permainan. partisipan yang telat mengatakan angka ataupun WUS(LOLA maksudnya) dia juga keluar dari permainan.

4. Selama permainan partisipan pun akan menguras, hingga sisa 3 orang nah disaat 3 orang cara permainan pun dirubah sedrastis mungkin. permainannya itu disebut Rakib dan Atid, ya malaikat yang mencatat amal baik dan buruk, rakib berada di sisi kanan kita dan atid berada di kiri kita, nah di permainan ini, kalian akan ditunjuk moderator siapa duluan yang berbicara, apabila kalian yang ditunjuk segera teriakkan kata Rakib atau atid, nah sebenarnya rakib atau atid itu hanya bahasa kanan atau kiri hanya saja dibuat kode untuk menjatuhkan mental lawan, dan apabila salah satu salah berkata yang seharusnya bukan dia yang ditunjuk dia kalah, dan yang dia seharusnya yang ditunjuk tetapi hanya berdiam diri dia yang kalah.



Mungkin bagi yang tinggal di daerah berau sering mendengar lagu Gali Dirantau

Tapi bagi yang tau bagaimana liriknya yuk simak berikut


Andaila tanjung surung bajalan

katalisayan..

singga sakarang mancari dangan

dirantai suaran..

simpar bapinang tujuh karangan

simpang kakanan..

cada diganang jauh bajalan

sampai kalaman..

cadda diingat gali di rantau

bajalan malam..

jagan mu cappa jagan mu kira

kapunan datang.

Musiba batta dangan cilaka

talla dirasa..

bakunu kunu dangkita

jarra kan palajaran..


Kalau yang saya denger dari teman saya, katanya judulnya udah bukan talinga sagai lagi tapi jadi, Pagaddi Angka Lapan, lagu berau yang satu ini lucu lho, tentang proses pembuatan kue talinga sagai itu sendiri.


Tutuk tutuk allu dilasung

Barras tugalan lanak jadi gulapung

Gula mirah dipinyik pinyik diramas diamut

dangan gulapung

Digiling giling dipiluk piluk

digawai sarupa dami angka lapan

Diguling disubun saji basi dibalik diajuk dangan

talung kayan

Lamun puri inda amang kumara

Lamun purai dami talur biawan

Mamasai pagaddi sambat karamian pagaddi asli barau lain tiruan

Popular Posts

Followers